Minggu, 28 April 2013



Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengundang beberapa pemangku kepentingan (stakeholder) sepak bola nasional dalam pertemuan di Jakarta, Rabu, 10 April 2013.

Pertemuan berlangsung sekitar enam jam di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta. Hadir di pertemuan itu antara lain Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).

Pertemuan digelar untuk menyelesaikan sejumlah masalah pasca KLB PSSI. Menteri Roy menyebut ada lima keputusan yang dicapai dari pertemuan tersebut. Berikut lima poin pertemuan antara Menpora dengan stakeholder sepak bola nasional, seperti yang disampaikan Menpora kepada wartawan seusai pertemuan:

1. Pemerintah mendesak PSSI untuk segera memberikan laporan lengkap hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 17 Maret ke Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan pemerintah. Menurut Roy, selama pemerintah belum menerima laporan resmi dari PSSI, ia tidak akan memberikan pernyataan. "Jangan sampai pemerintah memberi pernyataan off-side," kata Roy Suryo.

2. Permasalahan klub yang tidak masuk ke dalam unifikasi liga, seperti Persebaya 1927, menjadi tanggungjawab penuh PSSI untuk meyelesaikannya.

3. Tunggakan gaji pemain akan diselesaikan dalam waktu 24 bulan, dengan pembayaran Rp 1,5-2 miliar setiap bulan. dan perkembangannya harus dilaporkan kepada pemerintah.

4. Terkait keputusan lain yang dicapai pada 17 Maret 2013, seperti sanksi enam anggota Komite Eksekutif PSSI akan ditanyakan lebih lanjut ke FIFA. "Jadi akan ditanyakan langsung, agar semua menjadi jelas. Pemerintah tidak ingin mengambang. FIFA harus memberi penegasan, agar misinterpretasi bisa dihindarkan," Roy menambahkan.

5. Masalah pergeseran Ketua Badan Tim Nasional (BTN) dari Isran Noor ke La Nyalla Mattalitti, pemerintah mengakui pergeseran tersebut. "Tapi saya ingin PSSI terlebih dahulu memberi laporan tertulis soal hasil rapat komite eksekutif itu. Baru saya bisa memberi keterangan," kata Roy lagi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar